dari yang sepele sampe yang gak penting

Img_1753
Desember 2008 bakal diluncurkan film dengan judul Drupadi.Ngeliat siapa-siapa aja yang gabung di film ini, hayo siapa yang berani bilang ini bukan film yang menjanjikan?
Riri Riza (sutradara), Mira Lesmana (produser), Leila Chudori (penulis skenario), Dian Sastrowardoyo (produser sekaligus pelakon Drupadi), Nicholas Saputra (Arjuna), Dwi Sasono (Yudhistira), Butet Kertarejasa (Sengkuni).
Komen seputar film Drupadi dari para pembuatnya :

Riri Riza : “Jika melihat kisah Drupadi, sangat relevan dengan persoalan masa kini. Drupadi memiliki peran yang besar dalam kisah Mahabharata. Dia mempertanyakan banyak hal, tetapi di kemudian hari dia menjadi barang taruhan. Dia menggugat dengan caranya sendiri dan terus mencari keadilan hingga akhir cerita.”

Dian Sastro : “Sosok Drupadi adalah simbol dari perjuangan perempuan yang menolak dijadikan komoditas dan selalu bertindak untuk memanusiakan dirinya.”

Sneak Peak Karakter Utama ————————————————————>

DRUPADI ( Dian Sastrowardoyo)
Drupadi digambarkan sebagai wanita paling jelita di jagat yang lahir dari api. Dalam Mahabharata, karakter Drupadi sangat menonjol selain karena kecantikannya, ia juga sangat cerdas, berani dan tak segan mengungkapkan pendapatnya. Drupadi melawan saat dirinya dijadikan barang taruhan.
Hingga akhir cerita, Drupadi terus mencari keadilan saat perang Bharatayudha.

YUDHISTIRA (Dwi Sasono)
Putera Dewi Kunti dan Betara Dharma yang memiliki sifat sangat bijaksana. Sabar, tak pernah membunuh, tak pernah ikut perang,dan baik hati. Kelemahannya hanya satu: gemar bermain dadu dan gampang ditipu.

BHIMA (Ario Bayu)
Putera dari Dewi Kunti dengan Betara Bayu yang bertubuh besar dan kekar, nyaris menyerupai raksasa. Ia sangat sakti, jujur, setia namun juga garang dan pemarah. Bhima tidak pernah menyembah siapapun, termasuk terhadap dewa.

ARJUNA (Nicholas Saputra)
Putera Dewi Kunti dengan Betara Indra. Paling tampan di seluruh jagad, sakti dan ahli memanah. Adalah Arjuna yang memenangkan Drupadi dalam pertandingan busur,  tapi kemudian Drupadi dipersembahkan kepada seluruh Pandawa. Arjuna adalah putera Pandawa yang paling dicintai Drupadi.

NAKULA (Aditya Bagus Santosa)
Putera kembar Dewi Madrim dengan Batara Aswin. Berkekuatan 100 tenaga manusia.

SADEWA (Aditya Bagus Sambada)
Sadewa  adalah putera Dewi Madrim dengan Batara Aswin. Ia saudara kembar Nakula dan bungsu dari Pandawa. Mempunyai kepandaian 100 cendekia dan bijak bagai 100  resi.

ADIPATI KARNA (Donny Alamsyah)
Adipati Karna adalah kakak tiri Pandawa. Ia putera Dewi Kunti dengan Batara Surya. Saat itu Kunti masih remaja, tak sengaja ia memanggil Dewa dengan sebuah mantra dan terjadilah percintaan yang membuahkan Karna. Karena saat itu Kunti masih belia, Karna dibuang di sungai Gangga dan diangkat anak oleh pasangan sais kereta di Hastina, kerajaan tempat Kurawa memerintah. Karna diangkat sebagai Adipati dan menjadi bagian Kurawa. Kelak dalam perang Baratayudha, ia berperang membela Kurawa dan melawan adiknya sendiri, Arjuna.

SUYUDANA (Whani Darmawan)
Suyudana adalah raja Hastinapura, ia putera Prabu Destarata dan Dewi Gandari, tertua dari 100 bersaudara. Seratus bersaudara ini dikenal dengan nama Kurawa. Kejam, penuh kedengkian dan selalu iri dengan apa dimiliki para sepupunya, Pandawa.

DURSASANA (Djarot B. Dharsono)
Putera kedua Kurawa, berwajah raksasa, gemuk, keji dan mengerikan. Dalam permainan dadu di mana Drupadi dipertaruhkan, Dursasana diperintah untuk mengambil Drupadi. Karena Drupadi menolak, Dursasana mempermalukan Drupadi dan berusaha memperkosanya di  hadapan seluruh Kurawa.

PATIH SENGKUNI (Butet Kartaredjasa)
Sengkuni adalah paman Kurawa, adik dari dewi Gandari. Ia bersifat licik dan penuh muslihat. Arsitek  manuver Kurawa adalah Sengkuni. Permainan dadu yang kemudian kelak membawa kedua kelompok sepupu ini kepada sebuah peperangan terbesar di jagad ini, adalah Sengkuni agar semua yang dimiliki Pandawa berpindah tangan. Konon dadu Sengkuni terbuat dari tulang-tulang manusia.

August 28th, 2008 at 11:49 pm and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink