“Hai orang Indonesia, ada apa dengan bahasa Indonesiamu?!”
Katarak dini lihat tulisan dengan huruf besar kecil yang dicampur aduk kaya gini, ‘ENDI alMATe yANg kAU jaNjIkaN pADA qUw kMARAEn????’. Parahnya, kayanya gaya menulis seperti itu udah jadi trademark anak-anak ABG. Suit, kayanya aku butuh kacamata.
Gemes ketika baca buku yang kaidah tata bahasanya ampun deh. Alih-alih menulis kata MAU dengan huruf U, penulisnya nulis pake huruf O. Lebih geregetan lagi karena kesalahan-kesalahan cemen macam itu dibiarkan tetap bercokol di sana oleh editor buku yang berjumlah DUA orang itu. Bo… lo kerja gak sih? (Oh tidak. Aku gak akan kasih judul bukunya, apalagi majang nama penulisnya. Secara ini bukan black marketing.)
Juga… penggunaan awalan ‘di’ dan ‘ke’ yang suka asal pake aja. Tanpa mengindahkan bahwa sebagai awalan, kedua kata itu harus ditulis terpisah, bukan disambung yang kemudian menjadikan kata tersebut menjadi imbuhan, yang mana imbuhan itu punya arti sendiri.
