dari yang sepele sampe yang gak penting
<

Satu lagi temen yang nanya novel Ayat-Ayat Cinta ke aku. Nanya novel itu bagus gak?

Dulu pernah tertarik baca karena baca di sana sini banyak yang muji novel ini. Denger dari temen, novel ini bagus. Nyari-nyari novelnya, akhirnya dikasih ama temen.

Baca halaman pertama, ekspektasiku jatuh bebas. Karena gambaran yang kudapat dari hasil baca resensi sana sini beda banget dengan gambaran yang kudapat ketika baca kalimat demi kalimat dalam novelnya. Pelajaran yang bisa diambil, jangan terlalu percaya resensi. Bisa jadi itu titipan penerbit hehe.

Di kepalaku, cerita ini terlalu sempurna. Demikian pula tokohnya. Too good to be true. Padahal aku tuh alirannya too true to be good Icon_mrgreen_3 . Jadi ngerasa gamang bacanya.

Tapi demi menjaga keinginan untuk gak jadi judgemental, aku paksa diri untuk baca sampai selesai. Dan rasa gamang itu nambah terus tiap kali ganti halaman. Sampai akhirnya nyerah di tengah-tengah. Bukan tengah buku, tapi tengah bab pertama hahaha… Silakan artikan sendiri seberapa parahnya buku ini buatku.

Setahuku, belum ada yang kasih komen negatif ke buku ini. Bikin aku rada mikir, aku di jalan yang benar gak sih? Hiks

Ternyata bukan gak ada yang kasih komen negatif. Tapi nyimpen komen itu buat dirinya sendiri. Karena mikir dia yang rusak settingannya.

Dan akhirnya nemu tulisan Kurniasih, pengajar di Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang dimuat di Khazanah, Pikiran Rakyat, tanggal 3-11-2007. Kurniasih mengutip Hawe Setiawan, budayawan Sunda.

Hawe Setiawan dalam selisiknya menyebutkan salah satu novel Islami, Ayat-Ayat Cinta sebagai bagian dari gerakan industrialisasi. Ciri budaya massa yaitu narsistik pun sangat kental terlihat di dalamnya. Misalnya penggambaran tokoh utama yang mirip profil penulisnya. Di dalam kisahnya sendiri cerita dipusatkan kepada “Aku” dengan berbagai kesempurnaannya, yang sering kali tidak manusiawi.

Pemberi komen negatif untuk novel ayat-Ayat Cinta, kita masih di jalur yang benar kok. Kita cuma gak suka dengan cerita di atas awan (pinjem istilah Tiglet).

November 28th, 2007 at 9:53 pm and tagged


One Response to “Ayat-Ayat Cinta?”
  1. 1
      lina says:

    Hehehe…
    For this one…. aku setuju ….
    Mungkin maksud penulis bagus… buat ngasih teladan klu untuk jadi “bisa” dalam segala hal itu bukan hal yang mustahil… tapi ceritanya memang agak kedodoran….