Tiga hari dibuang ke desa. Dengan alasan, disuruh ikut camping.
Aslinya males banget. Bukan karena kegiatannya. Tapi karena lokasi camping-nya. Tepatnya karena fasilitas yang disediakan di sana. Aku cuma illfeel ama satu hal yang vital. Air butek!
Setelah cuci kaki, aku ngerasa kakiku gatal. Pas aku bilang ke temanku, dia santai aja jawab, “Ah, itu hanya sugesti.” Hahahahaha lucu sekali.
Selama tiga hari itu, aku benar-benar menyesal punya hobi miara keingintahuan. Lebih menyesal lagi karena aku juga hobi nyari jawaban untuk keingintahuanku.
Hari pertama aku menemukan bahwa air butek di kamar mandi berasal dari sungai.
Hari kedua aku menemukan bahwa sungai itu dipakai untuk mandiin kerbau. Sialnya, kerbau-kerbau itu mandi di atas. Karena kamar mandi yang dipakai peserta camping ada di bawah, kami dapat air sari pati kebo.
Tentu saja informasi ini aku teruskan ke teman-teman yang lain. Susah senang harus ditanggung bareng-bareng, kan? Hehehehe…….
Agenda tersembunyi : untuk ngomporin mereka supaya mau nulis protes keras tentang fasilitas air di akhir acara camping. And it works! Meski awalnya mereka suka ngeledek aku manja karena sering ngeluh tentang air.
Semoga panitia camping tahun depan terbuka hatinya untuk menyediakan fasilitas air bersih.
Hari ketiga temanku menemukan proses recycle air bekas kami. Penemuan ini menjawab pertanyaan tentang siapakah ‘kerbau’ di bawah kami. Tak lain dan tak bukan, kami sendirilah kerbaunya. Menyedihkan !
