dari yang sepele sampe yang gak penting
<

Feminis ada karena melihat penindasan perempuan,
menyadarinya, menggugat, dan melakukan sesuatu untuk merubahnya. Jadi feminis
adalah gerakan perjuangan.

Bukan untuk mengalahkan laki-laki, tapi untuk kesetaraan
perempuan. Laki-laki dan perempuan dilahirkan sama. Tapi perempuan dididik
untuk menjadi subordinat, lemah.

Keingetan quote-nya Raya di Dunia Tanpa Koma kemarin dulu. Raya bilang, “Perempuan harus berusaha dua kali lebih keras untuk dianggap
setara dengan manusia biasa.” Harap dicatat, hanya setara dengan manusia
biasa. Membuatku berakhir dengan, “Damn, she’s right.”

Ada feminis tapi kok gak ada maskulinis? Mungkin karena cowok-cowok gak nemu bahan untuk
diperjuangkan hehehehe.

Well, emang tiap orang punya karakteristik masing-masing.
Kalo aku berpendapat, karakteristik dasar gak tergantung dari jenis kelaminnya. Ada cowok yang
karakternya mellow. Ada cewek yang keras.

Tentang cowok yang lebih pake rasio dan cewek yang lebih
pake emosi, mungkin karena susunan otaknya kali ya.

Dari artikel “Laki-laki Dan Perempuan Memang Berpikir Berbeda” oleh Taufik Bahaudin, Pimpinan Brainware Management System, Jakarta. Published in : ibu-ayah, Senin 17 September 2007.

Sedikit perbedaan yang dimaksud antara lain adalah organ otak yang disebut corpus callosum. Pada perempuan, corpus callosumnya lebih besar dan lebih tebal dibandingkan pada laki-laki.

Corpus callosum adalah bagian dari otak manusia yang menghubungkan belahan otak kiri dengan otak kanan. Sekaligus menghubungkan otak emosional (limbic system) dengan otak rasional (neocortex). Perbedaan lain, pusat pengatur memori (hippo campus) pada otak laki-laki lebih kecil dibandingkan pada perempuan.

Disisi lain, bagian limbic system yang bernama amygdala pada otak laki-laki justru lebih besar dibanding pada perempuan. Namun jaras saraf yang terkait dengan emosi pada otak laki-laki lebih sedikit dibandingkan pada perempuan. Sehingga membuat kemampuan daya ingat terhadap peristiwa yang sarat dengan muatan emosional lebih kuat pada otak perempuan dibandingkan pada laki-laki.

Demikian juga aliran darah pada otak perempuan sekitar 15% lebih banyak dibandingkan dengan otak laki-laki. Saat memproses emosi, pada otak perempuan lebih banyak area fisik otak (cortical area) yang aktif dibandingkan dengan otak laki-laki.

Dari penjelasan di atas, aku setuju dengan pendapat Gadis
Arivanti yang bilang bahwa perempuan mengambil keputusan yang lebih manusiawi. Hehehe
bukannya seksis. Tapi aku percaya kalo otak dan hati harus digunakan dengan
sepadan karena dua organ vital ini saling mengimbangi.

Intinya, kenapa membedakan orang dari seonggok tubuh. Toh
sama-sama manusia yang punya jiwa, pikiran, dan perasaan. Kenapa gak saling
menghormati dan saling mengisi?

November 19th, 2006 at 8:20 pm and tagged


One Response to “Feminis”
  1. 1
      lina says:

    bener va….bener banget….cewe biasanya lebih bisa ambil keputusan yang lebih manusiawi